semua pelangi hilang

bulan ini sampai januari pasti mendung terus bahkan dihari ulangtahunku pasti hujan, tanah selalu terasa basah, sepatu selalu tergantung bersamaan dengan tetesan air karena terkena air hujan saat menuju rumah. Setelah hujan ada pelangi, temanku bilang. Tetapi tak semua pelangi muncul sesudah hujan.
Pelangi yang selalu mewarnai hari sejak pertama aku menginjak sekolah menengah itu dia. Iya dia, Gie. Yang aku selalu ceritakan keluh kesahku tentang nya. Aku sangat tahu dia jauh, jauh sekali. Meskipun kita menginjak tanah yang sama. Bayangkan saja di masa 3 tahun itu, aku tak pernah sedetik pun lupa. Berusaha selalu untuk melupakan hal bodoh. Tapi taukah kamu, aku tak pernah sedikit pun lupa. Sulit, sulit sekali.
Tak pernah terbersit sama sekali aku bisa satu almamater dengan Gie. Dan tidak disengaja sama sekali. Aku suka dengan pepohonan hijau yang berderet sekitar kampus. Indah. Damai.
Aku tak pernah menemukan jawaban, mengapa jika mengagumi seseorang perlu waktu lama untuk diriku. Dan aku selalu menyalahkan diri sendiri, karena hal itulah yang akan membuat diriku sendiri menderita. Tapi ada suatu cerita yang membuat aku berhenti dan memandang jauh ke kehidupan Gie. Aku mendengar such a terrible story about him and his belle , gaktau kenapa sebel banget jadi aku cari jawaban nya kenapa. Eh ternyata Gie sendiri yang jawab. Dia bahagia katanya, dia bahagia banget, si belle udah cukup buatnya. Jawaban dari dia langsung bikin aku sadar bahwa aku harus berhenti dari semua ini. Aku harus berhenti dari suatu hal yang selalu aku paksakan. Hal yang jauh , jauh sekali. Entah mengapa hari itu aku mengetahui jawabannya Gie, aku berhenti. Aku berhenti dari hal yang aku mulai dari semenjak kelas 3 smp. Aku merasa ada hal yang aku lepaskan, hal besar yang perlu lama sekali untuk dilepaskan. Lega. Lega sekali. Rasanya seperti hari terakhir un, lega. Aku heran mengapa hatiku merasa sangat bahagia?
Karena aku tahu Gie juga bahagia disana, sudah cukup aku mendengar kabarnya. Hanya perlu dia tahu bahwa aku berterimakasih atas semua pelajaran yang ia berikan walaupun ia pun tak sadar apa itu. Terimakasih untuk 4 tahun yang indah dan bodoh, aku senang kamu bahagia. Semoga menjadi seorang dokter yang mengabdi pada masyarakat setelah lulus nanti.

Dari seseorang bodoh yang selalu menunggumu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello 2021

here we go again

then I met you