semua pelangi hilang

Halo akang yang selalu menggulung lengan kemeja merahnya, yang selalu memakai levis biru muda langit, yang memakai kaca mata hampir-bulatnya, dan rambut -aneh-panjangnya-yang-bergelombang. Terimakasih sudah membuat hari seorang mahasiswa baru semester satu ini bercahaya karena kehadiranmu.
Aku selalu melihatnya dari kejauhan, pasti. Dia indah, dia tidak pernah berbicara padahal dia adalah petinggi dari semua panitia. Badanku selalu pegal mendengarkan materi itu, hatiku dan otakku selalu bergejolak saat tiba2 orang-orang itu berteriak-teriak memarahi, biasa-lah-tradisi-yang-aneh. Tapi saat kakak tingkat ku ini hadir, anggapanku berubah. Ini indah, hari ini indah. Dia kalem, kalem sekali. Bagai pohon rindang yang mengikuti arah angin. Selalu bergerak kesana-kemari dengan damai tapi menyejukkan. Hari-hari sesudahnyapun aku bahagia jika melihatnya. Anggap saja namanya Rangga. Ya, terinspirasi dari rangganya nicholas saputra.
Tahukah kamu, setiap harinya yang membuat aku bahagia pergi ke kampus adalah aku tahu aku punya probabilitas untuk bertemu Rangga. Tiap aku selesai kelas aku pasti mencari Rangga. Pulangpun aku mencari Rangga. Dia.adalah.vitaminku.
Aku tidak pernah punya interest di jurusanku yang sekarang, jadi wajar di semester satu aku masih mencari tanah untuk aku pijak. Tahulah aku selalu ingin hubungan internasional menjadi jurusanku. Tapi sayangnya. Tidak. Sampai aku dengar lagu pelanginya hivi pun wajah dan senyummnya selalu terbayang. Tapi apa yang aku lakukan saat aku tahu dia punya tambatan hati?
Kau tahu kaca yang pecah? nah itu hatiku sekarang. Satu-satu nya penyemangatku ke kampus hanyalah dia, tapi sekarang apa yang harus aku lakukan. Hampa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello 2021

Message From The Future

same shit everyday