Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

regrets

I blame my self for not brave enough to cut my hair short when I was in high school I blame myself for not be bold enough when I was in high school I blame my self for not proud enough for what I had I blame my self for so hopeless in my own dream I blame my self for sometimes being so ungrateful and kept thinking I dont belong to my own major in uni. I hate my self for not reaching the major I want so badly. I kept thinking my self pathetic on everyone eye's . h e l p

semua pelangi hilang

Halo akang yang selalu menggulung lengan kemeja merahnya, yang selalu memakai levis biru muda langit, yang memakai kaca mata hampir-bulatnya, dan rambut -aneh-panjangnya-yang-bergelombang. Terimakasih sudah membuat hari seorang mahasiswa baru semester satu ini bercahaya karena kehadiranmu. Aku selalu melihatnya dari kejauhan, pasti. Dia indah, dia tidak pernah berbicara padahal dia adalah petinggi dari semua panitia. Badanku selalu pegal mendengarkan materi itu, hatiku dan otakku selalu bergejolak saat tiba2 orang-orang itu berteriak-teriak memarahi, biasa-lah-tradisi-yang-aneh. Tapi saat kakak tingkat ku ini hadir, anggapanku berubah. Ini indah, hari ini indah. Dia kalem, kalem sekali. Bagai pohon rindang yang mengikuti arah angin. Selalu bergerak kesana-kemari dengan damai tapi menyejukkan. Hari-hari sesudahnyapun aku bahagia jika melihatnya. Anggap saja namanya Rangga. Ya, terinspirasi dari rangganya nicholas saputra. Tahukah kamu, setiap harinya yang membuat aku bahagia pergi ke ...

semua pelangi hilang

bulan ini sampai januari pasti mendung terus bahkan dihari ulangtahunku pasti hujan, tanah selalu terasa basah, sepatu selalu tergantung bersamaan dengan tetesan air karena terkena air hujan saat menuju rumah. Setelah hujan ada pelangi, temanku bilang. Tetapi tak semua pelangi muncul sesudah hujan. Pelangi yang selalu mewarnai hari sejak pertama aku menginjak sekolah menengah itu dia. Iya dia, Gie. Yang aku selalu ceritakan keluh kesahku tentang nya. Aku sangat tahu dia jauh, jauh sekali. Meskipun kita menginjak tanah yang sama. Bayangkan saja di masa 3 tahun itu, aku tak pernah sedetik pun lupa. Berusaha selalu untuk melupakan hal bodoh. Tapi taukah kamu, aku tak pernah sedikit pun lupa. Sulit, sulit sekali. Tak pernah terbersit sama sekali aku bisa satu almamater dengan Gie. Dan tidak disengaja sama sekali. Aku suka dengan pepohonan hijau yang berderet sekitar kampus. Indah. Damai. Aku tak pernah menemukan jawaban, mengapa jika mengagumi seseorang perlu waktu lama untuk diriku. Da...