Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

untuk sahabatku

 hai Kania,  Gapernah nyangka ternyata kamu yang pertama akan melepas status lajang, memang kita tahu dari dulu kamu yang paling mahir mengarungi perjalanan cinta. Dari jaman smp aku udah tau rasanya jadi kambing conge karena kamu betah banget sama mantan kamu itu yang pake ninja. Waktu smp rasanya kamu kecil banget, tapi kalo diinget lagi kamu udah ngerasain perasaan yang orang dewasa alamin, makanya kamu dewasa duluan daripada aku hihi.  Kalo aku balik lagi ke 2010 terus bilang ke diri aku versi 12 tahun, kalau aku bakal temenan sama kamu sampe lama banget, pasti aku gabakal percaya. Aku bener-bener liat kamu tumbuh dari kania kecil yang dianter jemput sama demen, dan sampai kania yang udah tumbuh dewasa sebagai wanita karir.  Makasih udah mau jadi temen aku, makasih udah selalu mau ceritain tentang kehidupan kamu, walau sering kali aku cuma bisa jadi pendengar kamu aja. Aku seneng bisa jadi temen nya Kania, Gilang, Cia, Nadila, dan Shiila. Entah berapa ratus kali ...

it ended eventually

 Halo selamat pagi, tadi malam aku bermimpi tentang kamu. Memang aku belum cukup hapal mukamu dan cara bicaramu jadi seolah kamu yang ada di mimpiku itu hanya khayal ku saja. Sudah hampir 2 minggu kita tidak bertegur sapa, kamu terakhir tidak membaca chat aku entah kenapa. Tapi aku mencoba menerima dan mengerti keadaan yang ada sekarang, aku tahu sedang berhadapan dengan manusia yang sangat logis dan sederhana. Jadi harus aku maklumi, kamu dan aku berakhir hanya seperti ini. Seakan bagi kamu 5 bulan yang kemarin bukanlah apa-apa. Aku selalu menggangap kamu mau berbincang dengan aku karena memang kamu banyak waktu luang saja, bisa terbukti kan saat kamu sedang bersama teman-teman mu? dan kamu belum mau membagi cerita hidup kamu, hanya sebatas kehidupan sehari-hari saja. Kamu berubah, aku sangat bisa merasakan itu. Aku harus berusaha kuat untuk selalu terhubung setiap harinya, entah apa yang sedang kamu hadapi. Kamu mengharap aku mengerti keadaan kamu, tapi kamupun ngga pernah bercer...

pasrah aja

 Aku masih inget, waktu psbb bandung sangat ketat saat bulan puasa. Aku hampir menangis setiap hari, waktu itu keadaan sangatlah sulit. Aku masih harus mengerjakan skripsiku di tengah pandemi, mencari inspirasi di kamar ku yang kecil dan sumpek. Kondisi dirumahku yang jarang sekali bisa damai, terlebih lagi aku tidak bisa bertemu teman-temanku untuk berdiskusi. Atau sekadar ke coffeshop pun tidak bisa. Tapi ada seseorang yang seakan menjadi obat di bulan itu. Ia tidak pernah lelah menanyakan keadaanku setiap harinya, kami selalu berbincang-bincang setelah sahur, and it was memorable.   Aku seperti diberi berkah yang amat besar bulan itu, dia datang benar-benar di waktu yang paling tepat. Akupun tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dan skripsiku bila tidak ada dia. Bagaimana perasaan nya padaku, aku pun tak tahu. Tapi yang terpenting ia sudah menemaniku dimasa sulit itu sampai dengan aku akhirnya lulus menjadi sarjana. Alhamdulillah minggu kemarin aku sudah berterimakasih pa...