here we go again
ternyata kedekatan yang bertubi-tubi itu hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, ketakutan yang selama ini membayangi akhirnya terbukti terjadi. Mengapa semua ini bisa diprediksi? karena memang sikap nya tidak pernah 100% mendukung sebuah aksi yang bernama komitmen. Aku selalu dengan kuat meyakinkan diriku untuk bisa kuat bagaimanapun hasil nya nanti, tapi nyatanya apa? gaakan pernah cukup, it's never enough . Aku selalu serakah, ingin sama dia terus dan terus. Tapi kenyataan nya memang rumit, he is hard to be loved. Apa yang harus kulakukan sekarang? mengorbankan diriku dan tetap ada disini? atau pergi dan tak pernah kembali? Dari rentetan banyaknya orang yang aku kagumi dan sempat menjalin kedekatan, dia yang paling membuatku nyaman. Dia yang bisa membuatku berfikir "oh ternyata ini rasanya menemukan seseorang yang begitu ingin kita tetap ada di dekapannya, membicarakan seisi dunia sampai lelah dan begitu seterusnya". Aku ga pernah kepikiran bakal ketemu sama ka...