here we go again
ternyata kedekatan yang bertubi-tubi itu hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, ketakutan yang selama ini membayangi akhirnya terbukti terjadi. Mengapa semua ini bisa diprediksi? karena memang sikap nya tidak pernah 100% mendukung sebuah aksi yang bernama komitmen.
Aku selalu dengan kuat meyakinkan diriku untuk bisa kuat bagaimanapun hasil nya nanti, tapi nyatanya apa? gaakan pernah cukup, it's never enough. Aku selalu serakah, ingin sama dia terus dan terus. Tapi kenyataan nya memang rumit, he is hard to be loved.
Apa yang harus kulakukan sekarang? mengorbankan diriku dan tetap ada disini? atau pergi dan tak pernah kembali?
Dari rentetan banyaknya orang yang aku kagumi dan sempat menjalin kedekatan, dia yang paling membuatku nyaman. Dia yang bisa membuatku berfikir "oh ternyata ini rasanya menemukan seseorang yang begitu ingin kita tetap ada di dekapannya, membicarakan seisi dunia sampai lelah dan begitu seterusnya". Aku ga pernah kepikiran bakal ketemu sama kamu, yang sangat relate dengan aku di lingkungan kehidupan sekarang ini. Aku nyaman karena lingkungan kita deket. Tempat kuliah kita berada di jalan yang sama di tengah kota, rumah kita sama-sama berada di Bandung Timur, sekolah kita berada dalam satu daerah. Kamu yang begitu gagah dengan tinggimu yang 180cm lebih, pundak mu yang lebar, senyum kamu yang selalu aku ingin lihat. Hangat peluk tubuhmu yang selalu aku rindukan.
Rikh, aku sayang banget sama kamu. Aku gatau alesan kamu memang orang nya angin-anginan itu hanya alasan belaka atau memang kamu seperti ini adanya. Aku sayang sama kamu sampai sebelum ini kejadian aja aku udah pikir kalau misalnya suatu saat terjadi I won't be able to stand on my feet.
Tetap ada disini ya sampai aku bisa terbiasa gaada kamu? aku gaakan pernah menyudahi ini, karena aku tau buat menemukan kamu di siang hari di bulan april itu adalah sebuah mukjizat.
Komentar
Posting Komentar