Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

bidding farewell

Halo pelangi, aku baru saja membuka kalender.. Ternyata proses kita mengenal satu sama lain hanyalah 42 hari. Hampir sama ya seperti kontraknya Arini dan Richard sebelum Arini meninggalkan dia? Tapi Tuhan memberiku kelonggaran 2 hari.. Kamu adalah pelangi, yang awalnya kukira kau adalah bintang di gelapnya malam.. kamu adalah pelangi yang muncul dikala badai selesai, begitu indah...tapi hanya sesaat.Meninggalkan bekas di langit, dan selalu ditunggu datangnya lagi.. Pelangi, terimakasih atas segala yang telah kamu berikan kepadaku, maupun moral ataupun materil, memori tentang mu masih terlintas di pikiranku saat aku melihat tipe mobil yang sama dengan yang kamu punya, setiap hari nya aku masih bertanya-tanya "apa ya yang sedang dia lakukan sekarang ? aku rindu" , aku pikir kamu setidaknya akan mengisi hari-hariku sampai penghujung tahun 2019 tapi nyatanya kamu hanya mengisi Bulan September yang indah itu, Pelangi, terimakasih sudah selalu menanyakan keberada...

Hello, Goodbye

Hari ini hari senin, aku belajar di kelas tentang toefl, lagi. Sempat berkaca-kaca saat belajar, karena memori tentang mu selalu ada dikepalaku beberapa hari ini. Hari ini aku bercerita tentang mu kepada Farida di depan sekre, dan aku menangis. Aku masih sedih, dengan kenyataan yang baru ku tahu kemarin dari teman dekatmu. Temanmu bilang, kamu memang seperti itu. Selalu memperlakukan teman wanita mu melewati batas, meskipun kamu mengartikan seorang teman selayaknya kamu memperlakukan aku. Mungkin pendefinisian kita atas "teman" berbeda, disaat aku menggangap semua perilaku mu kepada ku adalah hal-hal yang sangat spesial. Didalam benak mu itu biasa saja. Teman dalam definisi mu adalah, seseorang yang chat intens denganmu, seseorang yang kau ajak jalan, seseorang yang selalu kamu reply snapgramnya, seseorang yang kamu ingatkan untuk sholat, dan seseorang yang selalu kamu tanyakan bagaimana hari yang telah aku lewati setiap harinya.  Aku sangat sedih dengan kenyataan yang a...

softly spoken

currently listening to phum's newest single - softly spoken I'm feeling sick right now, my stomach aching. My head hurt from overthinking, and report revise is  haunting me. Topic for research proposal is damnly hard to find, i'm in a misery, in my 4th year in Uni. I feel like a shit. I've been in multiple heartbreak, but this one seems extraordinary. I expect too much from someone I barely knew, he disappear into thin air while I go fonder of him day by day. He is not that great but he is my special human for the past one and a half month. I'm trying to be FBI once again, I discovered his ask.fm earlier. As usual I always got information from ask.fm, the site used to be really popular back in the day when I was in high school. Well, that site is fun for some people, because for unpopular girl in school like me, it was full of envying. There weren't many people that curious about me, because I wasn't popular or beautiful. So, it wasn't fun. ...

bertemu di tengah

Halo untuk kamu yang bilang padaku bahwa arini di film love for sale itu jahat, dan arini membuat mu sakit hati. Tak sadarkah kamu melakukan hal yang sama dengan yang arini lakukan kepada richard? Ah sudahlah.  Aku hanya ingin bercerita tentang hari ini, aku membaca jurnal untuk menjawab pertanyaanku di otak ini untuk bahan skripsiku. Hari ini jam 3:45 sore aku belajar di ruang 310b mata kuliah metode penelitian, dosen ku bertanya tentang bahasan skripsi pada kami. Lalu aku jabarkan masalah penelitian ku tentang kebijakan moneter terhadap return saham. Tetapi saat ia bertanya lagi tentang fenomenanya aku tidak bisa jawab, apalagi saat dosenku bertanya mengenai apa korelasi nya dengan islam ? aku jawab bahwa aku akan mengambil sample JII. Dosenku hanya tersenyum, dan aku sadar ilmu ku dan alasan ku belum kuat untuk membahas topik itu. Di sela-sela membaca jurnal di perpustakaan dengan secangkir kopi gratis, bayang tentangmu selalu mondar-mandir di pikiranku. Begitu pula saa...

tadinya aku di awan sembilan

I supposed to wrote a post named " I was on Cloud Nine" but sadly laziness always attacking me.  Tapi pada kenyataannya sebelum aku sempat menceritakan kebahagiaanku, semuanya berubah. Tanggal 6 September itu adalah hari paling tidak aku percaya, karena aku sangat bahagia hari itu. Meski mungkin bagi dia itu adalah hari biasa. Semua ini berawal dari hari wisuda tanggal 25 Agustus 2019, seperti yang aku sudah ceritakan di post sebelumnya aku memberikan setangkai bunga mawar merah pada dua orang yang pernah singgah di kehidupan ku. Tapi cerita ini, yang membuatku senang dan sedih dapat terjadi karena kaka tingkat ku yang memakai toga garis ungu, yaitu kaka tingkat ku yang anak psikologi. Aku gugup setengah mati saat mau memberikan bunga itu pada anak psikologi ini, karena notabene aku tidak pernah berbincang-bincang dengannya. Kalau dengan si anak hukum yaa aku pernah dan aku pd aja saat aku kasih bunga itu. Setelah gelaran wisuda selesai dan orang-orang yang berkerumu...