quarantine and staying sane
sudah hampir 2 bulan lebih aku diam dirumah, sudah hampir 1 bulan aku mengerjakan bab 3 yang tidak kunjung selesai, beribu-ribu kali aku urungkan niatku untuk pergi ke rumah kakek ku. Entah sudah berapa pesanan shopee yang sampai kerumahku. Hampir satu bulan yang lalu aku bercerita disini, aku menyesali perbuatan ku yang terlalu terburu-buru, tapi sekarang aku sudah ikhlas dan tetap berdoa untuk yang terbaik. Kemarin-kemarin dia membalas story ku di ig, tapi tetap saja dia membalas karena ada teman dekatku yang kuceritakan sebelumnya di story itu.. aneh nya aku biasa saja, tapi aku tetap megharapkan untuk bisa dekat dengan nya.
mengerjakan skripsi hanya dirumah memang tantangan tersendiri, bagaimana mengatur waktu dan mood yang sesuai. Tak jarang seseorang harus pergi ke suatu tempat untuk mendapatkan suasana dan ide yang baru, tapi apa daya ? aku hanya bisa diam dirumah ku kamar-teras-tempat jemuran.
Sudah lama aku bermain tin*er, semenjak hatiku patah sepatah-patah nya. Entah sudah berapa orang yang aku kenal dari sana, entah sudah berapa kali aku bercerita dan mendengarkan cerita orang lain. Memang belum ada yang pas, belum ada yang bisa membuat jantung ku berdetak lebih kencang. Belum ada yang bisa membuatku merasakan rasa aneh itu seperti saat aku bersama dia yang telah pergi. Hari ini aku memutuskan untuk menghapus aplikasi itu, selain memori hp ku penuh, aku sangat muak, capek sekali.
Aku bersyukur, sudah seminggu aku berbincang dengan seseorang dari aplikasi ini. Aku tidak ada rasa apapun terhadapnya dan mungkin juga sebaliknya, tapi aku hanya senang ada orang yang bisa aku ajak bicara di hari-hari yang sulit ini. Ada orang yang peduli kepadaku, meskipun kami tidak pernah bertemu. Aku pun sudah tidak bisa merasakan apapun dalam hati ini, karena sudah terlalu banyak kesempatan yang aku perjuangkan dan pada akhirnya tetap saja aku gagal. Aku jujur sudah pasrah bila sidang dan wisuda nanti aku tetap harus sendiri, seperti aku marah pada dunia karena beratus ribu kali aku berdoa dan mencoba tetap saja belum ada.
Aku pikir aku akan menangis sejadi-jadinya saat keadaan kembai ke semula, saat aku nanti akan bertemu teman-temanku lagi, saat nanti pergi ke mcd adalah hal yang jarang. Melangkahkan kakiku ke kampus lagi, berusaha sekuat tenaga melawan semua yang menentangku di dunia ini. Mewujudkan mimpi yang entah apakah ada ujungnya atau tidak. Berkhayal menonton film di kursi sweetbox cgv dengan orang terkasih. Entahlah kapan dunia ini akan berisik lagi, entah kapan.
Terimakasih 2020, it's harder than I thought it'd be.
mengerjakan skripsi hanya dirumah memang tantangan tersendiri, bagaimana mengatur waktu dan mood yang sesuai. Tak jarang seseorang harus pergi ke suatu tempat untuk mendapatkan suasana dan ide yang baru, tapi apa daya ? aku hanya bisa diam dirumah ku kamar-teras-tempat jemuran.
Sudah lama aku bermain tin*er, semenjak hatiku patah sepatah-patah nya. Entah sudah berapa orang yang aku kenal dari sana, entah sudah berapa kali aku bercerita dan mendengarkan cerita orang lain. Memang belum ada yang pas, belum ada yang bisa membuat jantung ku berdetak lebih kencang. Belum ada yang bisa membuatku merasakan rasa aneh itu seperti saat aku bersama dia yang telah pergi. Hari ini aku memutuskan untuk menghapus aplikasi itu, selain memori hp ku penuh, aku sangat muak, capek sekali.
Aku bersyukur, sudah seminggu aku berbincang dengan seseorang dari aplikasi ini. Aku tidak ada rasa apapun terhadapnya dan mungkin juga sebaliknya, tapi aku hanya senang ada orang yang bisa aku ajak bicara di hari-hari yang sulit ini. Ada orang yang peduli kepadaku, meskipun kami tidak pernah bertemu. Aku pun sudah tidak bisa merasakan apapun dalam hati ini, karena sudah terlalu banyak kesempatan yang aku perjuangkan dan pada akhirnya tetap saja aku gagal. Aku jujur sudah pasrah bila sidang dan wisuda nanti aku tetap harus sendiri, seperti aku marah pada dunia karena beratus ribu kali aku berdoa dan mencoba tetap saja belum ada.
Aku pikir aku akan menangis sejadi-jadinya saat keadaan kembai ke semula, saat aku nanti akan bertemu teman-temanku lagi, saat nanti pergi ke mcd adalah hal yang jarang. Melangkahkan kakiku ke kampus lagi, berusaha sekuat tenaga melawan semua yang menentangku di dunia ini. Mewujudkan mimpi yang entah apakah ada ujungnya atau tidak. Berkhayal menonton film di kursi sweetbox cgv dengan orang terkasih. Entahlah kapan dunia ini akan berisik lagi, entah kapan.
Terimakasih 2020, it's harder than I thought it'd be.
Komentar
Posting Komentar