penyesalan datang di akhir
aku baru saja menyadari bahwa aku menyia-nyiakan kesempatanku karena aku terlalu terburu-buru, memang benar "wise man says only fools rushing" aku terlalu terburu-buru karena perasaan ku yang menggebu-gebu.
Ada seorang yang aku suka, rumahnya dekat dengan rumahku. Dia dulu pernah dekat dengan temanku cukup lama, dan sekarang sudah tidak lagi. Aku match dengan nya di tin*er, aku terlalu bersemangat sehingga aku bilang kepada temanku aku match dengan teman dekatnya dulu. Dia tidak masalah dengan itu, karena memang mereka hanya sebatas teman. Dan aku pun tidak masalah dekat dengan seseorang yang pernah dekat dengan temanku. Dari sini kesalahannya di mulai.
Kami bercakap-cakap di aplikasi dating itu selama kurang lebih satu bulan, tapi dia membalasku tiga hari sekali. Aneh bukan ? seperti dia tidak berniat untuk mencari pacar di app itu. Jujur aku berharap banyak, karena kriteria ku benar-benar pas dengan dia. Aku inginkan seseorang yang lebih tua dari aku, kalo bisa baru wisuda atau sedang mengerjakan skripsi. Aku ingin dia orang sunda dan tinggal di Bandung, aku ingin seseorang itu tinggi dan tidak perlu terlalu tampan (karena aku trauma).
Rumahnya hanya berjarak 3 menit naik sepeda dari rumahku, ia masih mengerjakan skripsi, dia tinggi dengan kulit putih pucat. Dan satu yang perlu di garis bahwahi dia baik, menurut penuturan teman ku. Dia rela menemani temanku saat temanku sedih baru putus dari pacarnya yang sudah 2 tahun. Sangat cocok dengan yang aku ingin, dan aku baru saja melewatkan itu.
Mengapa aku menyia-nyiakan?
Aku mendapat kesimpulan bahwa dia tidak tertarik dengan aku, karena aku teman nya teman ku ini. Aku tidak menyadari bahwa hubungan seseorang ini dengan teman ku cukup membekas di hati seseorang ini. Mungkin di benaknya terbersit "haha masa aku dekat dengan teman nya cewe ini yang sudah menyakiti hatiku". Teman ku cukup easy going anaknya, jadi aku tak heran bahwa banyak yang suka dengannya.
Jadi aku hanya ingin memberitahu mu kalau aku sangat menyesal memberitahunya bahwa aku pernah meilhatnya di sekitar komplek kami, dan seharusnya aku tidak memberi tahu teman ku pada awal. Harusnya tidak seperti ini, maaf ya mawar sekali lagi. Kamu harus ikhlas lagi melepas percakapan kamu di ruang chat, indah ya? orangnya ramah, tidak ada yang salah dengan kami. Tapi cerita sebelum yang kami dimulai berdampak besar..
again, i'm learning the art of letting go.
I feel so sorry to my self
Komentar
Posting Komentar