When In June



         Juni 2019 adalah bulan paling sulit yang pernah aku alami selama hidup menjadi anak kuliah, secara mental, fikiran, dan fisik aku sangat lelah. UAS baru selesai pada awal Juni, dan masih dalam bulan suci ramadhan tentunya. Setelah itu aku masih harus memikirkan kemana organisasiku akan ku bawa, dan pastinya sebagai mahasiswa tingkat akhir aku harus melewati yang namanya magang. Aku belum tahu saat itu dimana aku akan magang, tapi sekarang ini di bulan Juli aku sedang membuka laptopku dan menulis di blog ini di tempat magang karena tidak tahu apa yang aku harus lakukan.
          Bulan Juni sungguh menguras energi dan fikiranku, walau pun aku tahu tanggal 22 Juni aku akan bertemu Phum, penyayi dari Thailand kesayangan kita semua yang nanti akan ku tulis pengalaman ku menonton konser Phum di Bandung.
        Aku tak ingat tanggal berapa tepatnya di Bulan Juni, tapi hari itu Egin tiba-tiba mengirim sebuah screenshot di whatsapp. Kau tak perlu tahu mengapa Egin bisa update tentang Raqi. Secepat kilat aku membuka pesan itu karena dia mengirimkan emoticon sedih setelahnya. Kau tahu apa isi screenshot itu? Sebuah snapgram dari Raqi dengan foto polaroid seorang wanita dan ada wanita itu dibelakangnya tetapi diblur. Aku lemas-selemas2nya, kau bisa lihat bagaimana aku menulis tentang Raqi di blog ini, aku sangat mengaguminya. Tapi pada kenyataannya lelaki keren pemain bass di sebuah band dengan paras yang lumayan pasti sudah punya kekasih, aku pernah memikirkan kemungkinan ini tetapi aku acuhkan karena perasaanku yang menggebu-gebu. Dan aku sangat bodoh menginginkan sebuah bintang. Berhari-hari setelah nya aku masih sedih, karena aku kira aku punya secercah harapan dan kenyataannya tidak. Semua khayalku menjadi debu, semua gembiraku menjadi lara.
       Menangis adalah hal terbaik yang bisa aku lakukan karena semua dugaan dan kesenanganku saat dia melihat snapgram ku hanya sebuah hal kosong, apalagi saat aku melihatnya di depan aula. Semua itu hanya hal biasa dimata dia, tetapi dimata ku itu adalah hal yang magical dan luar biasa. Wanita di snapgram Raqi terlihat petite, dengan mata bulat nya yang lucu dan rambut sebahunya yang indah. Apalah aku ini hanya kentang yang terlihat tidak perlu dilindungi karena perawakan ku yang 168 sentimeter ini.
         Aku sangat malu dengan diriku dan dunia ini saat aku sadar mengapa aku menangis, tapi ini adalah hal ilmiah saat manusia sedih. Ekspektasi ku tidak tersampaikan, semua ini hanya khayalan. Aku tahu aku tak boleh berekspektasi tetapi aku tetap melakukannya. Aku seharusnya sadar bahwa saat ia memasang foto seorang wanita di display picture line nya, itu adalah sebuah peringatan aku akan kecewa jika meneruskan perihal perasaan ini.
            Tiga hari setelah bom atom dijatuhkan pada ekspektasi dan hatiku, ada bom atom ke dua yang menyerang. Kau masih ingat Gie? yang selalu aku puja-puji semenjak aku kelas 9 smp? Dia tiba-tiba add akun line ku, dan menyapaku dengan santainya. Lord, I've forgotten about him since last year and moved on to my own life, and then he came in? Sekarang kau tahu seberapa berantakkanya Juni 2019.
 Aku saat melihat dia menyapaku dan menanyakan kabarku di jendela chat, sungguh mata ku berkaca-kaca. Hari itu aku sedang berkeliling Bandung mencari tempat magang, namun aku dan temanku singgah sebentar di kampus tercinta karena kami lapar, waktu itu aku sedang duduk di depan lab tambang saat ada pesan mengejutkan di layar hp ku. Aku berkaca-kaca dan tidak percaya apa yang aku lihat, aku memandang layar itu lama sekali. Karena ini adalah hal yang tidak pernah aku bayangkan sama sekali.
Aku tak habis fikir, mengapa Gie tiba-tiba menyapa ku lagi setelah sekian lama kami tidak berbincang-bincang, sepanjang perjalanan mencari tempat magang aku berfikir me.nga.pa.ia.ti.ba.ti.ba.mun.cul.la.gi ? I’ve been thinking about it a lot, but I coulnd’t think why. But days after that I got the answer... We chatted for 4 days approximately, but still he replied for long time. Still the same Gie in middle school period. We talked about things, about my uni (his ex uni), about his study, how he struggling in Malaysia, and future plan. He said he was afraid in case he left behind from others, because he had some circumstances. Oh ya he said he lost his phone a while ago in an Indian Restaurant, that’s why he added my line with his new contact.
Setelah 4 hari itu, aku mendapat jawaban kenapa gie tiba-tiba say hi lagi. Dia sedang berada pada titik terendah hidupnya, dia hidup sendiri di negara orang dan sedang membutuhkan support dari orang-orang terdekatnya. Ini hanyalah hipotesis ku, tolong dicatat. Dia mencoba untuk datang kembali pada orang di masa lalu nya tetapi dia tetap tidak merasa sreg sama seperti dahulu. Mengapa aku berkata seperti itu ? karena pada akhirnya Gie hanya membaca chat ku saja, seperti biasa yang sering ia lakukan. Percakapan terakhirku adalah lima bubbles dengan ada satu tanda tanya tersemat di dalamnya, kami sedang membahas acara pesantren di kampusku. Tapi pada akhirnya chat ini berakhir lagi.
Aku sangat senang masih bisa menjalin silaturahmi dengan orang yang  sangat penting bagiku saat aku berumur 13 tahun sampai umur ku 19 tahun. Aku sangat senang tahu kabarnya, dan apa yang sedang ia lakukan saat ini. Tapi dibalik semua ini aku berterimakasih pada Gie karena memberikanku alasan untuk membencinya, benci karena ia hanya membaca pesanku saja padahal ia yang memulai duluan jendela percakapan ini. Setelah itu aku ingin benar-benar menutup ceritaku dengan Gie, hanya aku seorang yang berhak menutup cerita ini karena pada dasarnya hanya aku lah yang memulai dan membuka. Tapi satu yang aku tak habis pikir tentang mantannya yang masih sering ku lihat di kampus (aku, gie, dan pacar gie (yg sekarang sudah mantan) berada pada satu kampus saat 2016) mengapa dia selingkuh dengan yang lain saat pacarnya pada saat itu sedang pada masa sulit ? Ah sudahlah aku sangat membenci wanita itu walau parasnya sangat cantik.

Ini adalah halaman terakhir ceritaku dengan Gie di dunia nyata, dan aku ikhlas untuk menutupnya.


Kembali lagi pada cerita Raqi, aku sudah ikhlas pada cerita snapgram itu. TAPI aku masih penasaran dengan kekasihnya, apakah dia berkuliah di univ yang sama ? Instagramnya dikunci, dan foto profilenya berkenaan dengan sebuah gerakan yang sedang booming, berwarna biru. Aku dan kekasihnya Raqi tidak mempunyai mutual friends, itu alasan yang cukup untuk mengambil kesimpulan bahwa wanita itu tidak se kampus dengan ku dan Raqi.
Sampailah kita pada dua hari yang lalu, karena aku masih penasaran maka aku mencari di twitter nama kekasih nya Raqi. Tak disangka, aku menemukannya. Namanya persis tapi aku tak tahu mengapa aku baru menemukannya dua hari yang lalu. Terkejut melihat isi timeline nya yang cukup membuatku mengambil screenshot untuk ku ceritakan kepada teman-teman ku. Akan ku jelaskan sekilas yang kutangkap seperti apa orang nya. Kau tau mba-mba edgy anak tumblr jaman sekarang? Dan gaya bahasanya pun sangat mirip dengan tipikal mba-mba tumblr, bahasa inggris yang tidak baku dan banyak memakai slang juga disingkat.
Aku pikir hari itu adalah hari yang buruk, karena cukup membuat kepalaku pusing sangking hati ini dirundung pilu. Kau tahu apa isi timeline mba-mba edgy itu? Isinya sungguh manis. Berbagai retweetan dia mengenai “bae” nya, menceritakan bagaimana dia sangat mengagumi sosok Raqi. Salah satunya adalah, Raqi adalah orang yang selalu dia tunggu-tunggu untuk ditemui, jalan bersamanya dan selalu membuatnya jatuh padanya lebih dan lebih. Dan juga, wanita edgy ini bercerita dia selau tumbuh jerawat kecil pada dagunya, setelah hilang tumbuh lagi. Ia bilang di salah satu tweet nya, itu karena “bae” nya sering menciumnya belakangan ini. Well, Raqi tidak terlihat seseorang yang konservatif, menyandang member sebuah band cukup menjelaskan circle pergaulanya. Yang paling aku iri adalah saat mba ini mengunggah screenshot chat dia dengan raqi, sungguh mereka selalu mencoba menjaga perasaan satu sama lain, terlihat mereka adalah dua orang yang baru-baru kasmaran.

Semua ini, semua kepedihan yang ada di kehidupan perkuliahanku cukup membuatku memutuskan bahwa aku akan berhenti untuk mencari ‘crush’ lagi atau memandang seseorang dar jauh lagi. Kali ini sungguh, aku akan fokus pada hal lain. Pertama aku aka fokus pada KKL dan laporannya yang harus aku buat, Kedua aku akan fokus pada gelaran wisuda agustus nanti meskipun dengan pedih aku harus melihat raqi di acara itu, Ketiga aku sedang berdoa agar dapat kesempatan mengikuti sebuah Full Funded Volunteering Program, Keempat aku akan fokus pada semester 7 ku, semester terakhir aku akan belajar di kelas dan menepuh UTS dan UAS. Kelima aku berusaha untuk meningkatkan skill bahasa Inggris ku, untuk menunjang suatu hari nanti aku mewudjudkan mimpi ku untuk ambil S2 ke UK suatu hari nanti.

Hey, It’s been exhausting for the past 7 months. Thank you for working so hard in any aspects in your life, still manage to get straight A despite family issues, organization issues, and obviously heart issues. You’ve been doing great, you just need to focus on the lane. It’s okay if you’re lil bit distracted, because after all you are a human not a robot. You need to work hard on your English and Reading Books, you’ve promised to change for a better future. Come on! You can do this, prove them you are great, make them regret for leaving you behind. And more importantly, it’s for your self-value. You are great, being 20 years in this abstract world isn’t that easy. You are making progress!
Good luck on your love life, you don’t need to wait. You need to put your trust to Allah and put a lil effort and expect nothing. Expect the unexpected!

Last but not least I found a good comment on Youtube, on Nadin Amizah’s Rumpang. By an Account called Hujan Gerimis:

Kepada: Jiwa-jiwa  patah
Dari     : Jiwa patah lainnya
Pesan  :

Hidup memang suka lucu, menguji mu dengan berbagai macam rasa dan juga duka. Kau dipertemukan, dan juga dipisahkan. Dirimu dilahirkan, agar bisa memaknai kematian. Setiap orang pasti lelah, setiap roh pasti pernah tersesat. Tapi satu yang bisa kujanjikan,

Akan ada esok, dimana kau baik-baik saja, tersenyum karena kamu telah belajar untuk menerima luka.



Bandung 18 Juli 2019,
Pukul 10.04


Jalan Braga


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello 2021

Message From The Future

same shit everyday