kenapa aku ini

     Jangan heran mengapa aku terlalu memikirkan seseorang yang memberhentikan ku saat aku berpapasan dengan nya dan tiba-tiba ia meminta id line ku. Jangan aneh mengapa aku memikirkannya saat dia tak lagi mengirimkan pesan-pesan tidak penting itu, kenapa aku memikirkannya saat aku dan dia berpapasan tetapi tak ada satu patah kata pun yang terucap dari bibirnya.
         Aku sudah terlalu lama dalam fase patah hati, entah sudah berapa tahun ada pria yang bersemayam di hatiku padahal aku tak pernah bertemu ia lagi sejak 2013. Entah sudah berapa banyak pria yang coba untuk aku sukai tetapi selalu gagal untuk memberikan rasa yang sama dengan pria yang aku sukai selama 6 tahun itu. Sudah berapa malam yang aku habiskan untuk mencoba memecahkan ini semua sampai aku tak tahu mengapa aku begini, terlalu besar cinta ku untuknya, dan terlalu bodoh diriku ini tetap menginginkannya. 
                Aku tahu apa yang membuat ku seperti ini, rasa ini bukan hanya rasa cinta remaja bodoh, tetapi ada rasa penasaran dan rasa misterius yang ada pada dirinya, dan jiwaku belum terpuaskan sampai sekarang. Dan, aku pada titik ini lagi sekarang. Aku baru saja mengikhlaskan cinta bertepuk sebelah tanganku sejak 2013, lalu ada orang yang tiba-tiba muncul mencoba untuk mengetahui ku lebih jauh lagi, dengan kata-kata manisnya, dengan kepeduliannya. Tetapi tiba-tiba ia menghilang begitu saja dengan perlahan, 180 derajat berbeda dengan kemunculan pertamanya di kolom ruang chat line ku. 
              Aku sudah memberi tahu hatiku bahwa, pria ini hanya bergurau saja denganku. Tidak ada satupun tanda keseriusan darinya. Tetapi tetap saja ia bersemayam di pikiran ku selama seminggu ini. Aku hanya sangat ingin mengenalnya lebih jauh, tetapi as I go fonder of him he lost his interest in me. Aku benci sekali terhadapnya yang menganggap ini hanya sebuah lelucon, aku kehilangan fokus ku saat aku harus mempelajari materi uas ku, bahkan saat aku mengerjakan soal essay uasku yang soalnya itu beranak pinak, apa yang ada dibenaknya sehingga berbuat seperti ini? Bangsat memang.
                  Tanggungjawab ku tahun ini luar biasa banyak, dan ini menakukan. Tak perlu kusebutkan satu persatu bahkan tahun 2018 saja aku tak percaya aku bisa melewatinya. Aku kira ia akan mengisi hari-hariku di 2019 ini, aku kira akan ada seseorang yang aku selamati saat wisuda februari/agustus nanti. Aku kira ada orang yang bisa aku peluk saat aku membutuhkan bahu, aku kira tahun ini ada seseorang yang bisa aku ajak untuk menonton film kesukaan di bioskop. 
                   Ekspektasiku sangat banyak untuk seseorang yang selalu dalam keadaan patah hati selama 6 tahun kebelakang. Aku tahu seharusnya aku tidak boleh berekspektasi, tapi apa daya aku tak bisa menahan rasa senang ku saat ada orang yang mencoba untuk peduli kepadaku. Tapi ternyata ia hanya angin lalu dan indahnya hanya sesaat.

     Diatas awan kunikmati dua sisi, indah terbang telalu tinggi, takut jatuh terlalu jauh. Semakin tinggi semakin jauh ku melihat apakah engkau genggam erat, tarik aku lebih dekat?


Kumohon jangan kau lepaskan aku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hello 2021

Message From The Future

same shit everyday