langit abu-abu
Sepanjang 2018 ini, banyak hiruk-pikuk kehidupan yang sudah terjadi, kadang diatas, kadang di bawah, kadang di tengah-tengah. Tapi kadang gue heran kenapa meskipun saat gue diatas gue ga bahagia ? Apakah ada sesuatu yang salah di diri ini ? Padahal memposisikan diri diatas itu ga gampang, dan saat gue mencapainya gue tetep gabahagia... Gue kadang-kadang suka merasa ga bersyukur anaknya, kadang gue selalu minta maaf sama Allah karena kurang bersyukur. Tapi yang gue rasa emang gini, gue gapernah bahagia banget dengan apa yang gue capai, yang padahal kata orang-orang susah untuk mencapai titik ini.
Gue berhasil mencapai IPK tertinggi seangkatan, gue berhasil masuk organisasi yang kata orang-orang istimewa, bahkan gue dijadiin koor toga diwisuda yang mana sempat bikin gue stress dan Alhamdulillah pada akhirnya sukses. Gue berhasil menghilangkan jerawat gue di jidat yang udah bersemayam setahun lebih. Gue dibolehin beli hp yang gue inginkan. Gue punya temen-temen yang super supportif dan baik. Bahkan ada dua orang yang confess ke gue tentang perasaannya, mereka berdua super duper baik, dan terlebih lagi salah satu dari mereka orang yang gue kagumi. Kadang gue bertanya pada diri sendiri, lo mau apa lagi sih ? Masih ada yang kurang ?
Padahal pas masuk kuliah gue janji mau jadi orang yang berbeda, gue janji mau belajar sampe titik darah penghabisan, mau masuk organisasi walau sesusah apapun. Gue mencapai ini semua sampai pada hari ini, yang gue butuhin adalah keep stable. Jangan patah arah. Mungkin sholat gue kurang bagus jadi gue kurang bahagia, mungkin cara berpakaian gue masih buruk jadi Allah belum memberi kebahagiaan itu. Gue takut. Gue takut nanti belajar gue menurun, gue takut nanti gue KKL gabisa di ojk atau bi, gue takut gue gabisa les di tbi tahun depan gara-gara masalah materi, gue takut 5 taun lagi gue gabisa S2 ke Inggris karena gue kesulitan dapet beasiswa. Pikiran gue sistematis banget sampe gue takut hal yang jauh-jauh.
Gue baru memulai perjalanan gue untuk melupakan Gie, gue mulai semangat lagi mengerjakan hal lain daripada gue harus berkutat dengan cinta. Gue terlalu muda untuk selalu murung karena hal ini. Gue udah janji sama diri gue kalo mulai semester 5 ini gue harus sisihin duit tiap bulan buat beli buku apapun. Gue udah mulai men-detox diri gue dari yang namanya instagram, agar gue terhindar dari ke-irian gue terhadap orang-orang yang kelihatannya hidupnya sempurna, dan mengurangi gue menyombongkan diri sendiri. Gue udah menemukan olahraga yang gue suka, badminton. Sekedar untuk mengeluarkan stress gue selama kuliah dan berorganisasi.
Setelah hari-hari panjang dan melelahkan gue selalu memutar lagunya Zion T - Yanghwa Daegyo, buat ngingetin gue tetep semangat dan bahagia. Gue hanya berharap kalo 2018 ini bisa diakhiri dengan senyum indah gue mengingat berapa kerasnya gue di tahun ini berusaha untuk selalu memperbaiki diri dan achieve many things. Gue ingin di umur 20 gue nanti, idup gue sebagai remaja yang young, dumb, and broke ini ga sia-sia, because I did something big.
Halo mawar di masa depan, gue harap lo baik-baik aja sekarang. Gue harap mimpi-mimpi lo di masa depan bisa tercapai walaupun dengan bukit dan lembah yang harus lo lalui. Gue harap lo stay strong at every obstacles. Semangat terus, jangan lupa berdoa. Gue yakin lo bisa!
Komentar
Posting Komentar