if it's you
I know you already answered me
I know the meaning of an answerless answer
But I pretend not to know and I’m lingering
Entah sudah berapa post di blog ini tentang kamu, Gie. Entah sudah berapa ratus ribu kali aku harus berbohong pada diriku sendiri bahwa engkau hanyalah cerita lalu. Tapi nyatanya engkau masih mengisi cerita-cerita saat ini ?
Entah sudah berapa billiar kali aku bingung apakah ini nyata atau khayalku saja. Entah sudah berapa milliar kali aku katakan pada diriku untuk berhenti.
Temanku benar, aku tak pernah bisa berhenti mengagumi mu sampai batas limit ku. Bertahun-tahun aku hanya mengisi rasa penasaran itu dengan kebohongan. Kebohongan terhadap diriku bahwa aku tak membutuhkannya lagi. Bodoh ? Oh entah sudah berapa kali aku fikir diriku ini bodoh, bahkan saat mengetik ini pun aku fikir aku sangat bodoh. Memedulikan seseorang yang sama sekali tidak menaruh rasa penasaran nya kepadaku setitik pun.
Aku fikir 4 tahun lalu itu ada lah halaman terakhir cerita ini, tetapi tidak. Masih ada lembaran-lembaran yang harus diselesaikan, yang pahit. Pahit dikenang, pahit dirasa. Aku tidak pernah menyalahkan mu untuk tidak mengizinkanku mengisi hari-hari mu walaupun hanya sebentar. Aku hanya marah pada diriku sendiri yang selalu berkutat pada kamu. Bisakah kau pergi dari fikiran ku? bisakah kau enyah saja dari rasa ini ? Bisa kah kau enyah saat aku sedang fokus membaca sesuatu ? Kau selalu ada, ada dimanapun aku berada. Sayang, fikiran ku dengan kenyataan ini tidak sama.
Kau, yang selalu ada di tiap hari ku di fikiran ini. Tapi kau tak ada di kenyataan hari-hari ku.
Kau tidak bersalah setitik pun, aku janji. Aku hanya marah pada diriku. Siapa aku untuk marah pada alam semesta ini ?
Hanya untuk engkau tau, aku selalu bahagia melihatmu bahagia. Aku selalu disana melihat perkembangan mu, hal terbodoh dan memalukan pun aku lakukan untuk mengetahui apa kabar mu. Panggil aku si gila, yang selalu menunggu mu untuk sadar dan menoleh kepadaku, sekali saja.
Siapa si perempuan bodoh itu yang mengabaikan mu ? Siapa dia yang berani-berani mengkhianati sesuatu yang sudah aku korbankan dan aku jaga ? Tak peduli dia secantik cleopatra atau pun dewi-dewi di langit ke 7! Berani-beraninya dia menyia-nyia kan mu. Saat aku disini... Mendambamu dengan penuh harap..... Menyaksikan hal itu terjadi, sungguh. Tak ada yang membandinginya melihat si perempuan bertingkah bak dunia ini miliknya.
Batas yang aku bisa hanya disini. Tak perlu aku membuat mu kagum terhadapku, atau apapun itu. Aku hanya ingin kamu dengan segala kesempurnaan mu dan kekuranganmu. Dan aku pun disini dengan segala kekurangan. Aku selalu ingin dirimu. Cheesy, I know.
I always thought you'd come back, tell me all you found was heartbreak and misery....
I know the meaning of an answerless answer
But I pretend not to know and I’m lingering
Entah sudah berapa post di blog ini tentang kamu, Gie. Entah sudah berapa ratus ribu kali aku harus berbohong pada diriku sendiri bahwa engkau hanyalah cerita lalu. Tapi nyatanya engkau masih mengisi cerita-cerita saat ini ?
Entah sudah berapa billiar kali aku bingung apakah ini nyata atau khayalku saja. Entah sudah berapa milliar kali aku katakan pada diriku untuk berhenti.
Temanku benar, aku tak pernah bisa berhenti mengagumi mu sampai batas limit ku. Bertahun-tahun aku hanya mengisi rasa penasaran itu dengan kebohongan. Kebohongan terhadap diriku bahwa aku tak membutuhkannya lagi. Bodoh ? Oh entah sudah berapa kali aku fikir diriku ini bodoh, bahkan saat mengetik ini pun aku fikir aku sangat bodoh. Memedulikan seseorang yang sama sekali tidak menaruh rasa penasaran nya kepadaku setitik pun.
Aku fikir 4 tahun lalu itu ada lah halaman terakhir cerita ini, tetapi tidak. Masih ada lembaran-lembaran yang harus diselesaikan, yang pahit. Pahit dikenang, pahit dirasa. Aku tidak pernah menyalahkan mu untuk tidak mengizinkanku mengisi hari-hari mu walaupun hanya sebentar. Aku hanya marah pada diriku sendiri yang selalu berkutat pada kamu. Bisakah kau pergi dari fikiran ku? bisakah kau enyah saja dari rasa ini ? Bisa kah kau enyah saat aku sedang fokus membaca sesuatu ? Kau selalu ada, ada dimanapun aku berada. Sayang, fikiran ku dengan kenyataan ini tidak sama.
Kau, yang selalu ada di tiap hari ku di fikiran ini. Tapi kau tak ada di kenyataan hari-hari ku.
Kau tidak bersalah setitik pun, aku janji. Aku hanya marah pada diriku. Siapa aku untuk marah pada alam semesta ini ?
Hanya untuk engkau tau, aku selalu bahagia melihatmu bahagia. Aku selalu disana melihat perkembangan mu, hal terbodoh dan memalukan pun aku lakukan untuk mengetahui apa kabar mu. Panggil aku si gila, yang selalu menunggu mu untuk sadar dan menoleh kepadaku, sekali saja.
Siapa si perempuan bodoh itu yang mengabaikan mu ? Siapa dia yang berani-berani mengkhianati sesuatu yang sudah aku korbankan dan aku jaga ? Tak peduli dia secantik cleopatra atau pun dewi-dewi di langit ke 7! Berani-beraninya dia menyia-nyia kan mu. Saat aku disini... Mendambamu dengan penuh harap..... Menyaksikan hal itu terjadi, sungguh. Tak ada yang membandinginya melihat si perempuan bertingkah bak dunia ini miliknya.
Batas yang aku bisa hanya disini. Tak perlu aku membuat mu kagum terhadapku, atau apapun itu. Aku hanya ingin kamu dengan segala kesempurnaan mu dan kekuranganmu. Dan aku pun disini dengan segala kekurangan. Aku selalu ingin dirimu. Cheesy, I know.
I always thought you'd come back, tell me all you found was heartbreak and misery....
Komentar
Posting Komentar